Showing posts with label art. Show all posts
Showing posts with label art. Show all posts

Friday, 5 April 2019

Doctor Strange is Love Doctor Strange is Life

Bought Marvel merch from Indonesian ilustrator called Miu Akatsuki on Instagram. I adore her art so much and when she open pre order for her Marvel merch I order the merch immediately. All of her merch is so good and I feel like I want to buy all of it LOL. I bought Dr Strange, Iron Man and Spiderman badge, prints of Dr Strange and Loki and a keychain called "room charm". when finally the stuff I ordered coming, I'm so happy! I love the merch!

here is the pict of the merch:


I got free stamp from Miu, its Dr Straaaangeee! Luvvv it!❤️❤️❤️❤️❤️

Look at the sorcerer duo! ❤️❤️❤️❤️❤️

If you want to buy this merch too, just check her Instagram @miu_akatsuki
She also have storenvy store so if you live outside Indonesia you still can buy her stuff. 

Wednesday, 26 December 2018

Mural on The Market

Found this nice mural on the traditional market near my home. It's nice to see boring wall turns into something cute & beautiful like this~





Saturday, 8 October 2016

Enjoy Art at The Galeri Nasional Indonesia

Visited Galeri Nasional Indonesia for the first time last August. I love art and I always want to visit an exhibition (art exhibition) so when I got a chance to visit Galeri Nasional, I don't miss it. Last August I went to Jakarta with my co-workers, there are things we have to do there (work related things). Actually I have to spent a week there but I only stay about 2 days because of something and get back to Cirebon. Taking time to visit Galeri Nasional Indonesia before leaving Jakarta because long before I went to Jakarta I've heard about Pameran Lukisan Istana in Galeri Nasional Indonesia. Some paintings from Istana Negara where the president live and working, exhibited at the Galeri Nasional. Hm, of course it makes me really excited!

Alone, I went to Galeri Nasional before leaving Jakarta by train. You know, the location of Gambir Station and Galeri Nasional is so close, I can easily went to Galeri Nasional by myself then back to Gambir Station and go home haha. After registration I can enter the exbihition room and enjoy many awesome paintings there. I found some paintings from famous Indonesian painter like Basuki Abdullah and Affandi even there is painting made by Soekarno too! Although I'm not an expert about art and don't really understand about paintings but I do enjoyed all the paintings there. Greatly enjoyed! Hehe.

Coincindentaly there is another exhibition too in Galeri Nasional called Pameran Tjergam Taroeng. Of course I don't miss it too haha. Well, oppportunity does not come twice, isn't it? I don't know when I can visit an exhibition like this or visit Galeri Nasional again so I decide to visit Pameran Tjergam Taroeng too. This exhibition exhibit some artwork themed 'cergam (cerita bergambar)' or 'comic'. I found some paintings, statue and even a unique windmill (is it correct? haha). 

Overall, I really enjoyed all the artworks I found in there and lucky to got a chance to visit Galeri Nasional hehe. Not only enjoyed the paintings but also know about Indonesian art history and the story behind an awesome paintings. I hope I can visit another exhibition too next time :)

Note: Visitor can take a photo inside the exhibition room with no flash.



H.O.S Tjokroaminoto - Affandi
I love Affandi's art style 

Look at the awesome detail of this painting! Love the colors too!

Gadis Melayu dengan Bunga - Diego Rivera.
There is a stories behind this painting painted by famous Mexican painter. The painting had been so protected by Mexican government but somehow Soekarno, Indonesian 1st president, can persude President Lopez to gave this painting to Soekarno. Even Lopez have to make a presidential decree so this painting can be brought to Indonesia, just wow haha.

Penangkapan Diponegoro (Diponegoro's Arrest) - Raden Shaleh


Another painting by Affandi

Some vintage photos also on display on digital screen

Rini - Ir. Soekarno
Sketch finished by Dullah and was left unfinished until Soekarno back to Bali again and surprised Dullah by finishing the painting by himself and became nice painting like this. Although the title is 'Rini' but until know no one know exactly who is this lady painted by Soekarno. 

A duplicate of legendary Henk Ngantung's painting, Memanah (Archery).

















Slanting Right Floor - Budi Kustarto
Found this unique statue outside the exhibition room.

Wednesday, 26 November 2014

Pasar Seni ITB

Halo !
Oke langsung saja ya, jadi hari minggu kemarin itu saya dan teman-teman pergi ke Bandung untuk refreshing dan yah, semacam kumpul bareng kami berenam (saya dan teman-teman kuliah). Sebelum ke ITB itu kita foto studio dulu di Papyrus Photo, dan disana ternyata cukup menyita waktu banyak karena salah satu dari kami berenam ada yang datang terlambat dan belum lagi menunggu antrian untuk foto yang lumayan lama. Memang sih, berangkat ke Bandungnya saja sekitar jam 10 pagi dan harus rela berdesak-desakan di dalam bus karena hari itu BANYAK sekali mahasiswa / orang-orang yang ingin pergi ke Bandung untuk menghadiri Pasar Seni ITB -__- Trayek bus yang awalnya Elang - Jatinangor seketika berubah menjadi Dipatiukur - Jatinangor karena pak supir yang tak tega melihat banyaknya penumpang yang berjubel dan menunggu lama datangnya bus Damri jurusan Dipatiukur. Cukup tertolong juga sih.. tapi tetap saja di dalam bus saya dan kedua teman saya (3 orang yang lain janji bertemu di Bandung) harus rela berdiri dan berdesak-desakan haha Alhamdulillah :)

Sesampainya di Papyrus dan berfoto-foto ria kami pun berpisah karena tidak semuanya ingin pergi ke Pasar Seni. Saya dan ketiga teman saya akhirnya naik angkot bertiga menuju ITB. Seharian itu saya belum makan sama sekali, sejak pagi saya hanya minum air putih dan sempat makan buah mangga saja. Awalnya saya masih kuat hanya dengan makan itu tapi lama kelamaan namanya juga manusia yang butuh asupan karbohidrat akhirnya saya pun kelaparan. Teman saya yang 2 orang juga belum makan sejak pagi, mereka yang bersama-sama berdesak-desakan di dalam bus pun sore itu sebelum ke ITB sudah mulai kehabisan tenaga. Saya sendiri merasa sangat lemas dan gemetar, maag saya hampir kumat karenanya -_-" (yah, ini memang salah saya sendiri yang tidak menyempatkan diri makan sejak pagi). Akhirnya kami berempat memutuskan untuk membeli makan dulu sebelum pergi ke Pasar Seni.

Kami sempat berjalan kaki karena saat itu jalanan macet dan kami rasa percuma saja jika ingin naik angkot kesana. Sepanjang jalan kami bingung mau makan apa, sempat terpikir beli ini itu tapi rasanya antara mau beli atau tidak. Akhirnya kita memutuskan untuk mampir ke KFC di depan Dago Plaza, sudah terbayang akan makan enak tapi ternyata.. antrian di dalamnya PANJANG sekali -__-" hiks.. Awalnya saya dan teman-teman mencoba bersabar mengantri karena kami sendiri bingung mau makan apa selain di situ, tapi akhirnya kami memutuskan untuk pindah tempat dan makan di kaki lima saja. Saya sebenarnya ingin makan nasi karena saat itu dengan kondisi yang sudah gemetar dan lemas saya takut maag saya kumat jika makan selain nasi. Dua orang teman saya memutuskan untuk membeli bakso, akhirnya saya dan Che pergi ke Dapla berharap ada food court / semacamnya yang menjual nasi. Ternyata eh ternyata.. saya dan teman saya itu tidak tahu kalau di Dapla itu isinya HARDWARE semua -__-" Rasanya saya sudah tidak karu-karuan lagi. Kesal, lapar, gemetar, lemas campur aduk jadi satu. Saya ingin mendorong orang-orang di dalam KFC itu agar saya bisa cepat makan saja rasanya hahaha. Untungnya saya tidak segila itu, saya memutuskan makan mie ayam saja dengan terpaksa. Yah.. saya sudah tidak peduli lagi mau makan nasi / tidak, saya sudah lapar akut saat itu, hanya modal Bismillah saja, berharap semoga tidak ada masalah dengan perut saya haha *Alhamdulillah-nya saya baik-baik saja setelahnya*.

Selesai makan kami langsung pergi ke ITB. Saat itu sudah hampir pukul 5 (kalau tidak salah) dan orang-orang masih ramai berjubel walaupun acaranya sudah hampir selesai. Pasar Seni dijadwalkan hanya sampai jam 6 malam, maka ketika kami kesana suasananya masih ramai namun sebagian sudah mulai menutup lapak standnya. Museum pun sudah tutup, pertunjukkan musik masih berlangsung tapi entah kenapa tidak terlalu menarik perhatian saya dan teman-teman. Setelah berputar-putar kesana kemari kami sudah tidak terlalu mood untuk berlama-lama disitu. Kaki lemas & pegal, kepala pusing.. ingin segera pulang saja saat itu. ITB penuh dengan lautan manusia dan kami kecewa karena karya seni yang bisa kami nikmati hanya beberapa saja berhubung waktu sudah sore. Kami sempat berfoto-foto di beberapa tempat tapi selebihnya kami mondar-mandir tidak jelas. Jujur saja, sebenarnya acara ini ternyata agak jauh dari ekspektasi saya, saya kira saya bisa menikmati banyak karya seni, hiburan dan yah pokoknya bersenang-senang disana. Ternyata kenyataannya tidak :( Yah, memang mungkin karena kami datang pada sore hari saat acara hampir selesai tapi memang rasanya acara ini terkesan 'ruwet' karena banyaknya orang dan acara yang ditumpuk dalam satu hari. Saya dapat info dari teman bahwa ternyata 4 tahun sebelumnya acara ini diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut, sementara tahun ini hanya 1 hari saja maka dari itu mungkin kemarin saya merasa acara ini kurang 'greget' dan tidak sesuai ekspektasi. Tapi yah, ini hanya pendapat saya saja, selebihnya saya cukup menikmati waktu saya disana :) Lagipula saya tahu, tidak mudah mempersiapkan sebuah event 4 tahunan seperti Pasar Seni ITB ini. Semua orang tumpah ruah ingin datang ke acara yang hanya diadakan selama 4 tahun sekali maka tak heran kemarin ITB penuh dengan lautan manusia :)

Kami memutuskan pulang pada pukul 17.30 / 17.40, penderitaan belum berakhir sampai disitu. Bus Damri yang hanya beroperasi sampai jam 16.00 tentu tidak bisa kami naiki untuk pulang kembali ke Jatinangor, maka kami memutuskan untuk naik travel shuttle di Baltos (Arnes Shuttle). Sesampainya disana orang-orang sudah berjubel mengantri untuk bisa naik mobil. Saya bertemu teman saya yang lain disana yang mengatakan bahwa dia mendapat antrian nomor 43 dan entah akan menunggu sampai jam berapa. Mendengar itu, saya dan teman-teman sudah malas untuk menunggu, sudah tidak kuat rasanya > < Akhirnya teman saya, Hana, memutuskan untuk menghubungi temannya yang membawa mobil agar kami bisa ikut pulang dengan mobilnya. Sayang, sinyal tidak bersahabat untuk bisa berkomunikasi dengan lancar. Daripada kami terombang-ambing tidak jelas di Baltos akhirnya kami memutuskan untuk naik angkot saja sampai ke Jatinangor. Alhamdulillah, kami sampai dengan selamat hingga bisa tidur nyenyak di kostan masing-masing :D

After all, acaranya cukup menyenangkan. Setidaknya saya bersyukur masih sempat datang kesana setelah 4 tahun yang lalu saya tidak sempat datang sama sekali. Semoga 4 tahun yang akan datang saya masih bisa datang lagi hehe.










His costume & art, awesome!



*o*




Another awesome masterpiece !




People, people everywhere

I waaaaant this badly !!

Postcard from Pasar Seni ITB